Senin, 14 Januari 2013

Tabligh Akbar

kegiatan keagamaan yang diadakan oleh panitia Comunity of Mahasiswa atau sering disebut jga COMA dalam memperingati 1 Muharam 1443 Hijriah. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 25 Novembar bertempat di kampus Sekolah Tinggi Analis Kesehatan Bakti Asih (STABA). Tabligh akbar ini dihadiri oleh para ulama yg sudah tidak asing lagi di masyarakat yaitu ustadz Hariri dan dua orang temannya yang bergabung dalam 3D yaitu ustadz Hariri, ustadz  Fuad Ginan Burhanudin , dan ustadz Hadad Hasbyi mereka berkolaborasi membawa materi. acara ini bertemakan "Menggenggam Pelangi Kehidupan dengan Cinta". kedatangan mereka sangat ditunggu-tunggu oleh  para mahasiswa serta masyarakat sekitar. Selain itu bnyak sponsor yang berpartisipasi dalam acara keagamaan ini.

Rabu, 09 Januari 2013

LDKO


Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi  kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh BEM (Badan Eksekutif Muda) STABA  setiap setahun sekali untuk para mahasiswa baru. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 23 November 2012 ini bertempat di Bumi perkemahan Cikole Lembang. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan pemimpin yang baik dan bertanggungjawab.  Pengertian dari Kepemimpinan itu sendiri adalah sebuah proses dimana sesorang tidak memperoleh pengikut karena status. Kemampuan seorang pemimpin dibuktikan pertama dari bagaimana dia mampu meyakinkan orang-orang yang dipimpinya untuk memahami visi dan misi organisasi untuk kemudian mau bersama-sama mengupayakan tujuan organisasi tersebut. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama yang baik antara pemimpin dan anggotannya untuk mencapai tujuan bersama dan  banyak bersosialisasi dengan orang banyak dan lain-lain. Sebagai contoh Seorang pemimpin berbeda dengan manajer. Pemimpin mempunyai kekuasaan atas pengikutnya bukan karena jabatannya tetapi karena kemampuan personaliti. Sikap, tingkah laku yang kemudian memunculkan wibawa. Sedangkan manajer memiliki kekuasaan karena jabatan yang dimilikinya. Dia bisa memberi komando karena struktur dan birokrasi, tetapi saat dia sudah tidak lagi menjabat maka tidak satupun "bekas" bawahanya mau dia perintah.

Selasa, 08 Januari 2013

STRUKTUR SEL


Daun Rhoeo Discolor

Ø  Tujuan :
·         Mempelajari dan mengamati struktur sel
·         Melatih keterampilan membuat preparat segar

Ø  Alat dan Bahan :
·         Mikroskop
·         Cutter/Silet
·         Helaian daun Rhoeo Discolor
·         Kaca objek
·         Kaca penutup   

Ø  Dasar Teori :
Sel merupakan struktur terkecil dari organisme hidup. Sel juga merupakan struktur dasar kehidupan, memiliki organel-organel yang berperan bagi kehidupan organisme. Bagian-bagian sel diantaranya adalahn inti sel, sitoplasma, vakuola. Kata sel berasal dari dari bahasa inggris "cell" yang artinya kotak kecil. Hal ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh Robert Hooke saat pertama kali melihat sel dari sayatan tipis gabus dengan mikroskop buatannya sendiri. Bagan yang tampak pada saat itu hanyalah kotak-kotak kecil yang kosong tanpa isi.
Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan telah banyak yang diketahui mengenai sel bahkan sampai struktur yang terkecil. Tookoh berikut ini mengemukakan pendapatnya tentang sel sesuai dengan hasil penelitkoh-tian masing-masing. Johanes Purkinje yang pertama kali menggunakan istilah protoplasma untuk menyebut bahan-bahan embriol dalam telur. Felix Durjadin menggunakan istilah protoplasma untuk mnyebut cairan yang ada didalam sel. Robert Brown dalam penelitiannya menemukan inti sel dan menyatakan bahwa inti sel (nukleus) merupakan bahan yang terpenting dalam suatu sel. Schleiden dan Schwann menyatakan bahwa sel merupakan unit struktural makhluk hidup. Rudolf Virchoff mengatakan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omne cellulla ex cellullae), sehingga ia menyatakan bahwa sel merupakn unit pertumbuhan. Boveri mengatakan bahwa sifat menurun dari orangtua diturunkan kepada anak-anaknya melaui sel, sehingga ia menyatakan bahwa sel merupakan unit hereditas.


Ø  Cara Kerja :
1.     Sayatlah bagian bawah dari daun Rhoeo Discolor setipis mungkin dengan menggunakan silet tajam.
2.    letakkan sayatan pada kaca objek yag telah ditetsi air, kemudian tutup dengan kaca penutup.
3.    Amati dibawah mikroskop adanya sel epidermis, dinding sel, vakuola, antosianin dan stomata.
4.    Bandingkan hasil pengamatan bagian bawah daun dengan bagian atas da un Rhoeo Discolor.

Ø  Hasil pengamatan :

Daun Rhoeo Discolor







Ø  Pembahasan  :
Satuan terkecil dalam tumbuhan adalah sel, suatu wadah kecil berisi substansi hidup, yaitu protoplasma, dan diselubungi oleh dinding sel. Dalam setiap sel hidup berlangsung proses metabolisme. Dinding sel melekat pada yang lain dengan adanya perekat antar sel. Pengelompokkan sel seperti itu, yang berbeda struktur atau fungsinya atau keduanya dari kelompok sel lain, disebut jaringan. Jaringan secara umum terdiri dari sel-sel yang sama bentuk serta fungsinya disebut jaringan sederhana. Jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam sel namun asalnya sama disebut jaringan kompleks majemuk.
Ø  Kesimpulan :
Semakin tinggi larutan glukosa pada sel, perubahan sel semakin terjadi dan perubahan yang terjaditersebut sebagian besar sitoplasma menjauh dan menghilang. Larutan glukosa apabila semakin tinggi maka proses plasmolisis akan semakin cepat terjadi.
Peristiwa plasmolisis yang berlebihan akan menimbulkan tumbuhan atau tannaman mati karena kadar air akan menjadi berkurang dan menghilang


Rhoeo Discolor

Rhoeo discolor
 
Nama Ilmiah : Rhoeo Discolor
Nama daerah : Sosongkokan (Indonesia)
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Commelinales
Famili: Commelinaceae 
Genus: Rhoeo
Spesies: Rhoeo discolor 
Kerabat Dekat
Nenas Kerang
Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae 
Bangsa : Bromeliales
Suku : Bromeliaceae
Marga : Rhoeo
Jenis : Rhoeo spathacea Swartz
Nama umum/dagang : Nanas kerang
Nama daerah Jawa : Nanas kerang (Jawa) 
Deskripsi/Ciri ciri : 
Habitus : Semak, tinggi 40-60 cm.
Batang : Kasar, pendek, lurus, coklat.
Daun : Tunggal, lonjong,ujung runcing, pangkal memeluk
batang, tepi rata, panjang 25-30 cm, lebar 3-6 cm,
permukaan atas hijau, permukaan lainnya merah
kecoklatan.
Bunga : Majemuk, bentuk mangkok, di ketiak daun, 
terbungkus kelopak seperti kerang, benang sari 
silindris, banyak, putih, kepaia putikkuning, 
mahkota bentuk segitiga, tiga lembar, putih.
Akar : Serabut, kecoklatan.
*KETERANGAN:
Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias, tumbuh subur di tanah yang lembab. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40 cm - 60 cm, batang kasar, pendek, lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudah patah, warna daun di permukaan atas: Hijau, dan di bagian bawah berwarna merah tengguli. Panjang daun + 30 cm, lebar 2,5 - 6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang.
Manfaat
Sifat kimia dan efek farmakologis: rasa manis, sejuk. anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare, membersihkan darah.
BAGIAN YANG DIPAKAI: 
Bunga dan daun. Pemakaian segar atau kering.
KEGUNAAN:
1. Acute & chronic bronchitis, batuk rejan (Pertusis).
2. TBC kelenjar (Lymphatic tuberculosis)
3. Mimisan (Epistaxis).
4. Disenteri basiler, berak darah (Melena).
Pemanfaatan
PEMAKAIAN: 
Daun: 15 - 30 gr. Bunga: 20 - 30 kuntum rebus.
PEMAKAIAN LUAR:
Jatuh terkilir, terpukul (memar), dilumatkan, kemudian dibalut.
CARA PEMAKAIAN:
1. Batuk rejan, batuk berdahak, flu, disentri: 
20 - 30 kuntum bunga direbus, minum.
2. TBC kelenjar, mimisan: 15 - 30 gr daun, rebus, minum.
3. Acute bronchitis, muntah darah: 
10 helai daun segar atau 20 - 30 kuntum bunga ditambah gula batu, 
ditim.
4. Berak darah (melena):
10 - 15 helai daun segar atau 20 - 50 kuntum bunga kering ditambah
gula enau, direbus.
Komposisi :
Kandungan kimia:
Daun dan bunga Rhoeo spathacea mengandung saponin dan tanin.